Manfaat Katalog Dulu dan Kini
Manfaat Katalog
Dulu dan Kini
Dismas Valerio
Miun
1712312009
D3 Perpustakaan
FISIP Universitas Udayana
Abstrak:
Paper ini berisi tentang manfaat dari katalog dari dulu
hingga sekarang. Tujuan dari pembuatan paper ini adalah agar dapat mudah
mengetahui bagaimana manfaat dari adanya katalog dari dudlu hingga sekarang
ini.
Selain akan memberi informasi mengenai manfaat paper dari
dulu hingga sekarang, paper ini juga berisi tentang perkembangan dari katalog
itu sendiri yang daikutip dari berbagai referensi atau sumber karena
ketidaktahuan terhadap bagaimana awal perkembangan serta manfaat dari
katalog.Setelah membaca paper ini maka akan dengan mudah mengetahui akan
manfaat serta Perkembangan dari katalog.
Kata Kunci : Informasi, Manfaat Katalog,Sejarah dan perkembangan
Latar Belakang
Sebagai penyedia informasi
perpustakaan dituntut untuk mampu melayani pemustaka (user) dengan waktu yang
relatif cepat untuk memberikan kepuasan layanan bagi pemustaka (user). Dengan
memperhatikan jumlah koleksi di perpustakaan yang begitu banyak dan dengan
bentuk yang berbeda pula serta tuntutan dari pemustaka (user) yang menginginkan
efisiensi waktu yang relatif cepat, maka perpustakaan membutuhkan suatu sistem
temu kembali informasi (retrieval system) yang akan memudahkan para pemustaka
(user) dan juga pengelola informasi (Pustakawan) dalam menemukan kembali
informasi yang dibutuhkan. Sistem temu kembali (retrieval system) tersebut
salah satunya adalah dengan menggunakan alat temu kembali (retrieval tool) yang
berupa katalog atau indeks yang akan membantu pemustaka (user) dan juga
pengelola (Pustakawan) untuk dapat menemukan koleksi atau informasi yang
dibutuhkan.
Untuk menyampaikan kepada pemakai bahan pustaka apa yang
dimiliki perpustakaan, disediakan katalog yang mencatat ciri masing-masing
bahan pustaka yang diperlukan untuk mengindenfikasikannya dan membedakan satu
bahan pustaka dari yang lain.
Untuk
mencari kembali bahan pustaka tertentu dalam koleksi perpustakaan, katalog
merupakan alat pencari yang terpenting. Akan sulit sekali, bahkan mustahil,
untuk menggunakan perpustakaan yang sedang besarnya tanpa ada katalog. Dapat
dikatakan bahwa katalog perpustakaan merupakan kunci untuk menemukan bahan
pustaka dalam koleksi perpustakaan.
Perkembangan katalog
Pada awalnya katalogisasi digunakan untuk daftar peralatan
militer Amerika dan untuk kepentingan lainnya. Pada tahun 1929, pemerintahan
Amerika Serikat mulai menggunakan katalogisasi berdasarkan keinginan
masing-masing departemen. Pada tahun 1932, Presiden Roosevelt membuat
katalogisasi seragam akan tetapi tidak semua departemen mengikuti penyeragaman
katalog tersebut. Akibatnya, pengkatalogan peralatan militer menjadi kacau,
kekacauan ini berimbas pada keuangan dan dapat membahayakan Negara.
Pada
tanggal 03 Juli 1947, Angkatan Laut dan Angkatan Darat Amerika Serikat
menetapkan keseragaman katalogisasi. Halini diperkuat oleh adanya Undang-Undang
tentang Katalogisasi dan Standardisasi Pertahanan. Ketetapan ini diikuti oleh
Negara-negara kelompok NATO yang mulai menggunakan proses yang sangat
sederhana. Namun, pada tahun 1965, katalogisasi berkembang dan telah
menggunakan proses computer. Amerika Serikat telah meresmikan penggunaan NSN
pada tahun 1975. Setelah Amerika Serikat meresmikan penggunaan NSN, banyak
Negara di dunia yang telah mengikuti jejak Amerika Serikat untuk menggunakan
NSN, termasuk salah satunya adalah Indonesia.
Amerika Serikat menjadi Negara pertama berlangsungnya
sejarah dan perkembangan katalogisasi. Meskipun pada awalnya menggunakan proses
yang sangat sederhana,seiring dengan perkembangan zaman, katalogisasi
menggunakan bentuk dan proses yang lebih canggih lagi, kecanggihan itupun
semakin lama semakin mempermuda seseorang dalam mencari daftar apa yang
diinginkan.
Dalam
perjalanan sejarah yang cukup panjang, katalog perpustakaan telah mengalami
perkembangan dan perubahan seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan
perubahan perilaku pencarian informasi para penggunanya atau bisa disebut
dengan information seeking behavior. Perubahan tersebut terjadi dari katalog
yang pada awalnya berbentuk buku, kartu, hingga menjadi Online Public Access
Catalog (OPAC). Hal ini menunjukkan bahwa sesungguhnya katalog perpustakaan
dari waktu ke waktu dapat menyesuaikan diri dengan setiap perkembangan yang
terjadi, terutama berkaitan dengan perkembangan teknologi informasi dan
komunikasi. Disamping itu, setiap perubahan atau inovasi yang terjadi pada
katalog perpustakaan juga dimaksudkan untuk memberi kemudahan kepada pengguna
dalam menggunakan atau mengaksesnya untuk menelusuri bahan pustaka yang
dibutuhkan di perpustakaan.
Perkembangan teknologi komputer dan produksi dokumen
elektronik menjadi tantangan bagi perpustakaan saat ini jika dibandingkan
dengan tantangan yang dihadapi oleh perpustakaan lima puluh tahun yang lalu
dimana saat itu yang menjadi inti koleksi perpustakaan hanyalah buku-buku dan
majalah-majalah yang hanya dapat ditelusuri dengan menggunakan katalog kartu
saja. Meskipun demikian pengaruh teknologi komputer dan jaringan informasi
terhadap misi perpustakaan masih diperdebatkan tetapi eksistensi perpustakaan
masa depan tergantung pada kemampuan perpustakaan dalam merespon teknologi saat
ini dan yang akan datang. Salah satu respon penting yang harus dilakukan oleh
perpustakaan adalah melakukan perubahan pada katalognya. Supaya pengguna lebih
mudah mengakses informasi melalui katalog.
Seiring
dengan perkembangan automasi perpustakaan Tedd (1994, 27-37) menguraikan secara
kronologis bahwasanya perkembangan system OPAC dan automasi diperpustakaan
sebagai berikut :
A.
Pada tahun 1960 komputer sudah digunakan di
berbagai perpustakaan umum dan perguruan tinggi untuk membantu cara membuat
katalog. Pada saat itu, pengoperasian sistem komputer masih berada pada mode
atau cara yang sangat bervariasi atau bermacam-macam, sehingga kemungkinan
untuk melakukan penelusuran informasi dengan katalog secara terpasang (online)
dianggap masih jauh dari kenyataan. Pada awal tahun 1970, sejumlah perpustakaan
mulai menggunakan sistem komputer induk untuk mengembangkan sistem lokal. Sistem
lokal ini umumnya didesain dan dirancang oleh staf dari pusat komputer.
B.
b.
Pertengahan tahun 1970 komputer mulai digunakan untuk proses pengawasan
sirkulasi atau perubahan di perpustakaan. Sistem komputer digunakan untuk
tujuan pengumpulan data, khususnya pencatatan peminjaman. Computer Output On
Microfilm (COM) menjadi metode yang terkenal digunakan untuk menghasilkan
katalog. Perkembangan pada masa ini, ditandai dengan munculnya sistem
kerjasama pengatalogan dan pemanfaatan bersama, dari berbagai
perpustakaan. Misalnya, di Inggris London and South Eastern Library Region
(LASER), dan di Amerika Utara Ohio College Library Centre (OCLC). Sistem
kerjasama ini menghasilkan cantuman katalog pada komputer untuk sejumlah
perpustakaan yang berpartisipasi, baik dalam bentuk COM, maupun kartu katalog.
C.
Pada
akhir tahun 1970 dan awal
tahun1980, pengenalan komputer mikro atau microcomputer. Di era ini, berbagai
perpustakaan semakin mandiri untuk menggunakan fasilitas komputer yang
diperoleh dari perusahaan yang dilanggan. Kemandirian ini mengarah kepada
pengembangan dan perancangan sistem sendiri atau disebut dengan in-house
system. Penggunaan komputer mikro menjadi terkenal karena menyediakan fasilitas
untuk melakukan akses secara terpasang atau online terhadap berbagai simpanan
seperti file dalam sistem sirkulasi.
Perkembangan lain yang terjadi pada masa ini, ialah penyediaan paket perangkat
keras (hardware) dan perangkat lunak (software) atau turnkey sistem untuk perpustakaan
oleh beberapa perusahaan. Sistem tersebut menggabungkan sejumlah fasilitas,
diantaranya fasilitas penelusuran dan sistem sirkulasi. Karena sistem komputer
yang digunakan pada masa itu di perpustakaan mampu menelusur cantuman
bibiliografi secara online, sehingga sistem itu disebut sebagai sistem OPAC.
Munculnya sistem OPAC di sejumlah perpustakaan tertentu, merupakan perkembangan
utama yang terjadi dalam automasi perpustakaan sampai awal tahun 1980
D.
Pertengahan sampai Akhir Tahun 1980-an,
perpustakaan yang menggunakan sistem OPAC semakin meningkat. Pemasukan mulai
menyediakan sistem yang terintegrasi (integrated system) untuk manajemen
perpustakaan, mencakup modul atau sub-sistem yang berbeda, seperti
pengatalogan, akuisisi, sirkulasi, pengawasan serial, layanan antar
perpustakaan dan juga OPAC. Keuntungan sistem bagi kegiatan penelusuran ialah,
sistem memperbolehkan pengguna mengakses modul OPAC untuk mengetahui status
pinjam dari semua bahan pustaka yang ada di perpustakaan tertentu. Setiap
pengguna yang sedang mengakses OPAC dimungkinkan bisa mengetahui status suatu
bahan pustaka, apakah sedang tersedia atau sedang dipinjam, siapa peminjamnya,
berapa lama dipinjam, kapan dikembalikan dan sebagainya. Hal ini dapat
dilakukan, karena sistem menghubungkan
file katalog dengan file sirkulasi.
Sejumlah perpustakaan Perguruan tinggi dan perpustakaan umum telah menggunakan
sistem manajemen perpustakaan yang terintegrasi, lengkap dengan modul OPAC.
Sistem OPAC mulai dikembangkan berdasarkan kebutuhan pengguna
E.
Pada tahun 1990, sudah terlihat perubahan besar
pada sistem manajemen perpustakaan dan dapat digunakan hingga sekarang
Katalog
Katalog berasal dari bahasa yunani yang berarti “daftar”,
dalam pengertian umum adalah daftar nama-nama, judul dan barang-barang.
Sedangkan dalam perpustakaan, katalog adalah daftar buku yang dibuat menurut
sistem atau cara tertentu, secara alfabetis maupun secara sistematis untuk
memudahkan temu kembali bahan pustaka yang dibutuhkan pengguna perpustakaan
(user atau pemustaka) maupun oleh petugas perpustakaan. Hasil pokok dari
kegiatan katalogisasi adalah penyusunan dari bahan pustaka dan pemeliharaan
katalog yang memberikan akses utama kepada koleksi.
Fungsi
katalog:
·
Memudahkan user dalam retrieval bahan pustaka
yang dibutuhkan berdasarkan informasi yang mereka ketahui, bisa berupa judul,
pengarang, maupun berdasarkan bidang ilmu yang diperlukan.
·
Untuk menunjukkan apakah perpustakaan memiliki
buku yang dikarang oleh pengarang tertentu, mengenai subjek tertentu dan dalam
bentuk tertentu.
·
Sebagai wakil ringkas dari bahan pustaka yang
dimiliki perpustakaan.
Lebih
lengkap, Qalyubi (2007:138) menyebutkan fungsi katalog adalah sebagai berikut :
·
Mencatat karya seseorang pada tajuk yang sama.
·
Menyusun entri pengarang secara tepat sehingga
semua karya seseorang berada pada tajuk yang sama.
·
Mencatat semua judul bahan pustaka yang
dimiliki suatu perpustakaan.
·
Menunjukkan rujukan silang (cross reference)
dari beberapa istilah atau nama-nama yang sama yang digunakan sebagai tajuk.
·
Memberikan petunjuk letak / lokasi bahan pustaka
yang disusun pada perpustakaan. memberikan uraian tentang setiap karya yang
dimiliki suatu perpustakaan sehingga pengguna perpustakaan (user)dapat
memperoleh informasi yang lengkap tentag karya itu.
·
Manfaat Katalog
1.
Sebagai sarana untuk mengetahui buku-buku apa
saja yang ada pada satu atau beberapa perpustakaan:
2.
Yang ditulis oleh pengarang tertentu
3.
Dengan judul tertentu
4.
Mengenai subjek tertentu
5.
Untuk mengetahui buku-buku apa saja yang ada di
suatu perpustakaan lain.
6.
Untuk mengetahui buku-buku apa saja yang ada di
pasaran agar dibeli.
7.
Untuk mengetahui buku-buku apa saja yang ada
dan diterbitkan di dalam suatu negara.
8.
Sebagai sarana pemilihan koleksi untuk
perpustakaan.
9.
Sebagai sarana promosi buku bagi toko
buku/penerbit.
Macam-macam katalog yang sering ditemui
diperpustakaan adalah sebagai beriku ini;
·
Katalog nasional adalah katalog yang memuat
informasi mengenai dokumen yang diterbitkan oleh suatu negara dan disimpan pada
suatu lokasi atau perpustakaan tertentu, biasanya diterbitkan oleh perpustakaan
nasional suatu negara. Contoh katalog nasional:
Santoso,Wartini.KATALOG
MAJALAH TERBITAN INDONESIA
TAHUN 1942-1980 KOLEKSI
PERPUSTAKAAN
NASIONAL.Jakarta:Perpustakaan
Nasional, Departemen
Pendidikan dan kebudayaan,1982.
·
Katalog induk adalah mendaftar buku-buku yang
ada di beberapa perpustakaan yang bergabung untuk melakukan kerjasama seperti
kerjasama pelayanan dan sebgai berikut ini. Contoh katalog induk:
KATALOG INDUK MAJALAH=UNION
CATALOGUE OF
SERIALS.Jakarta:Pusat Dokumentasi
dan Informasi Ilmiah,1984.
KATALOG INDUK MAJALAH
PERPUSTAKAAN BADAN KERJA
SAMA PERGURUAN TINGGI NEGERI BAGIAN
BARAT
1934-1989. Katalog ini mendaftar
majalah yang dimiliki atau dilanggan oleh sebelas perpustakaan perpguruan
tinggi negeri di Indonesia bagian barat (Sumatera dan Kalimatan Barat).
·
Katalog penerbit atau toko buku adalah buku
yang diterbitkan atau dijual oleh dijual suatu penerbit atau toko buku, fungsi
katalog sebagai sarana promosi bagi penerbit atau toko buku. Contoh katalog
penerbit atau toko buku:
DAFTAR BUKU
1987-1988.Jakarta:Ikatan Penerbit Indonesia
(IKAPI),1978.
EBSON subscription service
1990-1991.LIBRARIAN’S
HANDBOOK:A GUIDE TO
PERIODICAL/SERIALS.
·
Daftar Tambahan buku dan majalah adalah suatu
penerbitan yang dikeluarkan oleh perpustakaan untuk memberitahukan kepada
pengguna perpustakaan ini termasuk perpustakaan lain, adanya buku-buku dan
majalah yang baru diterima oleh perpustakaan itu. Contoh daftar tambahan buku
an majalah:
DAFTAR TAMBAHAN MAJALAH DAN BUKU
BARU:PENERIMAAN BULAN
OKTOBER,NOVEMBER,DAN
DESEMBER
1990.Pasuruan:Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia.Tiga bulanan.
Bentuk Fisik Katalog
Horgan mengatakan bahwa bentuk katalog yang digunakan
di perpustakaan mengalami perkembangan dari masa ke masa. Perkembangan katalog
perpustakaan nampak dari perubahan bentuk fisiknya. Sebelum katalog terpasang
(online) muncul, telah dikenal berbagai bentuk katalog perpustakaan, dan bentuk
yang paling umum digunakan ialah katalog kartu. Sedangkan menurut Tylor,
katalog perpustakaan yang ada pada saat ini terdiri dari berbagai bentuk fisik
antara lain, katalog berbentuk buku (book catalog), katalog berbentuk kartu
(card catalog), katalog berbentuk mikro (microform catalog), katalog komputer
terpasang (online komputer catalog).
1. Katalog
bentuk buku merupakan katalog yang tersusun dalam 1 buku, katalog ini berbentuk
buku setiap lembarannya bisa berisi uraian beberapa judul buku setiap lembaran
tersedia kolom-kolom untuk ciri-ciri buku seperti kolom judul, kolom pengarang,
kolom kota ternit dan sebagainya. Keuntungan dari katalog buku ini yaitu:
a. Dapat
dibawa kemana-mana; dan
b. Digandakan
dengan mudah.
2. Katalog
berkas atau album dalam bahasa Inggris disebut Sheaf Catalogue merupakan
kumpulan kartu yang dijilid menjadi satu mirip buku atau album. Katalog ini
dibuat dari kertas manila atau kertas biasa. Katalog berkas ini terdiri dari
beberapa lembar kertas biasa yang diikat menjadi satu secara longgar saja.
Ukuran setiap lembarannya biasanya 20 X10 cm. Setiap satu ikatnya biasa berisi
500 sampai dengan 650 lembar yang setiap lembarnya hanya berisi uraian satu
buku. Keuntungan dari katalog berkas atau album ini yaitu:
a. Mudah
digunakan;
b. Pengguna
dapat menggunakan katalog yang berbeda-beda;
c. Tambahan
entri dapat disisipkan dengan cara membongkar kartu yang ada.
3. Katalog
kartu merupakan katalog terbuat dari kartu berukuran 7,5 x 12,5 cm dengan
ketebalan 0,025 cm digunakan diseluruh dunia disusun dalam laci yang merupakan
bagian sebuah lemari. Keuntungan dari katalog kartu ini yaitu:
a. Mudah
digunakan;
b. Entri
baru dapat disisipkan tanpa kesulitan
c. Dapat
digandakan dan dikirimkan ke perpustakaan lain(misalnya perpustakaan cabang).
4. Katalog
cetak atau katalog buku (Printed Catalog) bentuk katalog buku berupa daftar
judul-judulbahan pustaka yang ditulis atau dicetak pada lembaran-lembaran yang
berbentuk buku. Katalog ini sebenarnya tidak fleksibel karena penyisipan dan
pengeluaran entri katalog tidak mudah dilakukan. Adapun keuntungan dari katalog
cetak atau katalog buku yaitu:
a. Biaya
pembuatannya murah;
b. Mudah
dicetak;
c. Mudah
dikirimkan ke berbagai perpustakaan atau instansi lain;
d. Mudah
dibawa keman-mana;
e. Dapat
diubah dalam jumlah eksemplar yang cukup banyak; dan
f. Tidak
memerlukan filling seperti kartu katalog.
5. Katalog
Online adalah katalog yang data bibliografinya disimpan dalam database
komputer. Untuk membuat katalog online dibutuhkan perangkat komputer dan
program aplikasi tertentu karena ‘pemanggilan data’ dilakukan dengan
menggunakan bahasa komputer. Contoh : Online Public Access Catalogue (OPAC).
Penelusuran dapat dilakukan dengan berbagai pendekatan sekaligus, misalnya
melalui judul, subjek, dan sebagainya yaitu dengan menggunakan penelusuran
boolean logic. Katalog online yang semakin mempermudah kegiatan temu kembali
(retrieval) bahan pustaka di perpustakaan. Contohnya adalah Online Public
Access Catalogue (OPAC). OPAC merupakan
sistem pengkatalogan berbasis komputer yang memiliki pengaruh besar sejak tahun
1980-an. OPAC menyediakan sarana penelusuran yang mandiri bagi pengguna
perpustakaan karena dapat diakses dimana saja dan kapan saja, tanpa harus
mengunjungi perpustakaan terlebih dahulu dengan menggunakan jaringan LAN, atau
WAN.
Manfaat menggunakan katalog online adalah :
a. penelusuran
informasi dapat dilakukan dengan cepat dan tepat
b. penelusuran
dapat dilakukan dimana saja tidak harus datang ke perpustakaan
c. menghemat
waktu dan tenaga
d. pengguna
dapat mengetahui keberadaan koleksi dan status koleksi apakah sedang dipinjam
atau tidak
e. pengguna
mendapatkan peluang lebih banyak dalam menelusur bahan pustaka
f. dapat
menemukan kembali bahan pustaka yang dibutuhkan
g. meningkatkan
layanan perpustakaan
h. keberadaan
perpustakaan diketahui masyarakat luas
Kesimpulan
Kita
ketahui bahwa perkembangan teknologi terjadi begitu pesat. Begitu juga katalog
yang telah mengalami perkembangan seiring dengan terjadinya perkembangan
teknologi.Dulu katalog berguna dalam mendaftar barang-barang militer. Saat itu
juga katalog pun dirsasakan berguna dalam kehidupan manusia. Sudah terdapat
banyak sekali katalog yang berbeda-beda sehingga membuat setiap orang bingung
akan mana ktalaog yang lebih baik untuk digunakan. Ketika manusia diperkenalkan
dengan teknologi computer, disitulah muncul jenis katalog baru yaitu katalog
online. Memang pada zaman sekarang ini tidak sedikit orang yang menggunakan
katalog online. Bahkan hamper seluruh orang telah menerapkan system
katalogisasi online ini. Namun walaupun dengan adanya katalog online yang
dirasa praktis ini, tidak membuat katalog buku ditinggalkan. Jika dilihat
kembali, manfaat katalog dulu dan sekarang dirasa tidak terlalu jauh berbeda
tergantung pada perspektif kita bahwa dalam penggunaan katalog. Katalog pun
berguna dalam perusahaan-perusahaan melainkan juga berguna dalam perpustakaan
khususnya kegiatan yang terjadi di perpustakaan.
Daftar Pustaka
Nikiartha. 2013. Katalog Online. Diakses pada Selasa
13 Februari 2018
Ilmu Perpustakaan.2016. Sejarah Katalogisai. Diakses
pada Rabu 14 Februari 2018
Bicara Perpustakaan. 2016. Perkembangan Teknologi
Informasi dan Katalog Perpustakaan dari
Katalog
Cetak ke OPAC. Diakses pada Selasa 13 Februari 2018
Komentar
Posting Komentar