Sejarah dan Perkembangan Klasifikasi Secara Umum



Sejarah dan Perkembangan Klasifikasi Secara Umum


Dismas Valeerio Miun
Program D3 Perpustakaan FISIP Universitas Udayana

Abstrak:
Tujuan dari pembuatan paper ini adalah agar dapat mengetahui Sejarah dan Perkembangan Klasifikasi bgaimana awal mulanya klasifikasi berkembang dari zaman dahulu hingga pada zaman modern sekarang ini.
Paper ini akan memberikan informasi mrngenai awal mulanya Sejarah dan Perkembangan Klasifikasiyang dikutip dari beberapa sumber referensi atau informasi yang diperoleh karena berhubung minimnya pengetahuan atau ketidaktahuan terhadap bagaimana awal mulanya klasifikasi terbentuk.Setelah membaca paper ini pun kita bias mengetahui bagaimana Sejarah dan Perkembangan Klasifikasi sehingga dapat berguna dan bermanfaat guna menambah wawasasn lebih mendalam tentang klasifikasi sebab tidak hanya sekedar mempelasjari apa itu klasifikasi melainkan harus mengetahui bagaimana seluk beluk klasifikasi itu ada sampai pada saat ini.

Kata Kunci : Informasi, Sejarah dan Perkembangan, Klasifikasi

Latar Belakang

Klasifikasi adalah pengelompokkan yang sistematis dari pada sejumlah obyek, gagasan, buku atau benda-benda lain ke dalam kelas atau golongan tertentu berdasarkan ciri-ciri yang sama (Towa, 2009:1). Sistem klasifikasi ini bermacam-macam antara lain; Dewey Decimal Classification (DDC), Universal Decimal Classification (UDC), serta Library of Congress Classification (LCC) dan perluasannya (Lasa HS, 2002: 27). Klasifikasi di perpustakaan dimaksudkan untuk memudahkan masyarakat pemakai dalam memilih dan mendapatkan buku atau bahan pustaka yang diperlukan secara cepat dan tepat. Untuk setiap buku yang dimiliki perpustakaan harus melalui proses klasifikasi sebelum dilayankan kepada masyarakat. Untuk melakukan proses klasifikasi di perpustakaan sudah ada cara-cara tertentu yang merupakan hasil kesepakatan secara nasional maupun internasional (Suwarno, 2007:65).

Pengertian Klasifikasi Perpustakaan
   
1.     Secara Etimologi

Klasifikasi berasal dari bahasa inggris darikata “classification” dan kata ini berasal dari kata “to classy” yang berarti menggolongkan dan menempatkan benda-benda di suatu tempat.
Klasifikasi adalah pengelompokkan yang sistematis pada sejumlah objek,
gagasan, buku atau benda-benda lain ke dalam kelas atau golongan tertentu
berdasarkan ciri-ciri yang sama (Hamakonda dan Tairas, 1999: 1).
 
2.     Menurut Para Ahli

·         Menurut Sulistyo Basuki (1991)
Klasifikasi ini berasal dari bahasa Latin “classis” yang berarti mengumpulkan dan memisahkan benda yang sama dan benda yang tidak sama. DDC ini mempunyai prinsip yaitu membagi ilmu pengetahuan ke dalam 10 kelas utama, sepuluh kelas utama ini diberi nomor urut  mulai dari : 000 untuk karya umum, 100 filsafat, 200 agama, 300 ilmu-ilmu sosial, 400 bahasa, 500 ilmu-ilmu murni, 600 ilmu terapan, 700 kesenian dan olahraga, 800 kesusasteraan, 900 sejarah dan geografi..
Setiap kelas utama dibagi lagi menjadi 10 divisi, nomor urutnya dimulai dari 0 – 9, sehingga kita peroleh 100 divisi, yang dikenal dengan sebutan ringkasan ke dua, (second Summary), dan dari 10 divisi tadi dibagi lagi menjadi 10 seksi, nomor urutnya juga dimulai dari 0 – 9. Sistem DDC ini memungkinkan terjadi lebih banyak pembagian lagi dengan dasar kelipatan 10, dengan menempatkan titik decimal sesudah bilangan ke tiga.
  
·         Towa P. Hmakotrda dan J.N.B. Tairas (1995)
Mengatakan bahwa klasifikasi adalah pengelompokan yang sistematis daripada sejumlah obyek, gagasan, buku atau benda-benda lain ke dalam kelas atau golongan tertentu berdasarkan ciri-ciri yang sama.

·         Ernest Cushing Richardson
Klasifikasi adalah kegiatan mengelompokkan dan menempatkan barang-barang.
 
·         Hamakonda dan Tairas, 1999: 1
Klasifikasi adalah pengelompokkan yang sistematis pada sejumlah objek, gagasan, buku atau benda-benda lain ke dalam kelas atau golongan tertentu berdasarkan ciri-ciri yang sama.

·         Ibrahim Bafadal 2009:51
Klasifikasi adalah suatu proses memilih dan mengelompokkan buku-buku perpustakaan sekolah atau bahan pustaka lainnya atas dasar tertentu serta diletakkannya secara bersama-sama di suatu tempat.

Berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa klasifikasi itu adalah suatu proses memilih dan mengelompokkan buku-buku perpustakaan sekolah atau bahan perpustakaan lainnya atas dasar tertentu serta diletakkannya secara bersama-sama disuatu tempat.

Macam-macam sistem Klasifikasi

Beberapa sistem klasifikasi perpustakaan dapat dibedakan menurut ciri pengelompokannya, yaitu :

1.     Klasifikasi Artifisial : pengelompokan bahan pustaka berdasarkan ciri atau sifat-sifat lainnya
2.     Klasifikasi Utility :Pengelompokan bahan pustaka dibedakan berdasarkan kegunaan dan jenisnya.
3.     Klasifikasi fundamental: Pengelompokan bahan pustaka berdasarkan ciri subyek. Pengelompokan bahan pustaka berdasarkan sistem ini mempunyai beberapa keuntungan, diantaranya: 

·         Bahan pustaka yang subyeknya sama atau hampir sama, letaknya berdekatan.
·         Dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menilai koleksi yang dimiliki dengan melihat subyek mana yang lemah dan mana yang kuat.
·         Memudahkan pemakai dalam menelusur informasi menurut subyeknya.
·         Memudahkan pembuatan bibliografi menurut pokok masalah.
·         Untuk membantu penyiangan atau weeding koleksi.

Tujuan Pengklasifikasian khususnya terhadap buku-buku di perpustakaan sekolah

Tujuannya pun adalah sebagai berikut :
a)      Untuk mempermudah murid-murid di dalam mencari buku-buku yang sedang diperlukan.
b)      Untuk mempermudah guru pustakawan di dalam mencari buku-buku yang dipesan oleh murid-murid.
c)      Mempermudah guru pustakawan mengetahui perimbangan bahan pustakawan.
d)     Akhirnya, buku-buku perpustakawan sekolah diklasifikasikan dengan sebaik-baiknya untuk mempermudah guru pustakawan di dalam menyusun suatu daftar bahan-bahan pustaka yang berdasarkan sistem klasifikasi.





Sistem Klasifikasi

Sistem klasifikasi bisa didasarkan pada ciri-ciri buku, sehingga buku-buku yang bercirikan sama bisa dikelompokkan menjadi satu. Ada beberapa sistem klasifikasi buku-buku perpustakaan sekolah antara lain sebagai berikut :

1. Sistem abjad nama pengarang.
Pada sistem ini, buku-buku perpustakaan sekolah dikelompokkan atas dasar abjad nama pengarangnya.

2. Sistem abjad buku.
Pada sistem ini, buku-buku perpustakaan sekolah dikelompokkan atas dasar abjad judul bukunya.

3. Sistem kegunaan buku.
Pada sistem ini, buku-buku perpustakaan sekolah dikelompokkan atas dasar kegunaannya. Buku-buku referensi dikelompokkan menjadi satu, buku-buku cerita dikelompokkan menjadi satu, buku-buku ilmu pengetahuan, buku-buku untuk anak-anak dikelompokkan menjadi satu.

4. Sistem penerbit.
Pada sistem ini, buku-buku perpustakaan sekolah dikelompokkan atas dasar penerbit buku.

5. Sistem bentuk fisik
Pada sistem ini, bahan-bahan pustaka dikelompokkan atas dasar bentuk fisiknya. Ditinjau dari bentuk fisiknya, bahan-bahan pustaka ada yang berupa buku dan ada pula yang bukan berupa buku pustaka seperti majalah, surat kabar,brosur.

6. Sistem bahasa
Pada sistem ini, buku-buku perpustakaan dikelompokkan berdasarkan atas dasar bahasa yang digunakan oleh buku perpustakaan tersebut.

7. Sistem subyek
Pada sistem ini buku perpustakaan dikelompokan atas dasar subyek atau isi yang terkandung didalam buku yang bersangkutan.




Prinsip-Prinsip Pengklasifikasian

Agar guru pustakawan tidak terlalu mengalami kesulitan di dalam mengklasifikasi buku-buku perpustakaan, sebaiknya memahami beberapa prinsip yang perlu diperhatikan. Sekedar sebagai pedoman, ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan di dalam mengklasifikasi berdasarkan subyeknya :
1.     Klasifikasi buku-buku perpustakaan sekolah, pertama-tama berdasarkan subyeknya. Kemudian berdasarkan bentuk penyajian, atau bentuk karyanyan.
2.     Khususnya buku-buku yang termasuk karya umum dan kesustraan hendaknya lebih diutamakan pada bentuknya.
3.     Di dalam mengklasifikasi buku-buku perpustakaan sekolah hendaknya memperhatikan tujuan pengarangnya.
4.     Klasifikasi buku-buku perpustakaan sekolah itu pada subyek yang sangat spesifik.
5.     Apabila sebuah buku yang membahas dua atau tiga subyek, klasifikasilah buku tersebut pada subyek yang dominan.
6.     Apabila ada dua subyek dengan pertimbangan subyek yang sama, maka klasifikasilah buku tersebut pada subyek yang paling banyak bermanfaat bagi pemakai perpustakaan sekolah.
7.     Hendaknya guru pustakawan mempertimbangkan keahlian pengarangnya.






Sejarah Dan Perkembangan Klasifikasi Perpustakaan Yakni Sejarah terbentuknya DDC,LCC dan UDC

A.    Sejarah  dan Perkembangan DDC

Klasifikasi Desimal Dewey (Dewey Decimal Classification(DDC), juga disebut Sistem Desimal Dewey) adalah sebuah sistem klasifikasi perpustakaan yang diciptakan oleh Melvil Dewey (1851–1931) pada tahun 1876, dan sejak saat itu telah banyak dimodifikasi dan dikembangkan dalam duapuluh dua kali revisi yang telah terjadi hingga tahun 2004
Pada tahun 1876 terbitlah sebuah pamphlet yang berjudul A Classification and subject index for cataloging the books and phamflet of a library. Penerbitan pamphlet tersebut menandai terbitnya sistem Dewey Decimal Classification, lebih dikenal dengan singkatan DDC.
Edisi pertama terbit pada tahun 1876, selang beberapa 9 tahun yaitu tepatnya tahun 1985 keluarlah edisi 2 dimana terjadi relokasi, artinya penggeseran sebuah subyek dari sebuah nomor ke nomor yang lain. Edisi ini merupakan basis pola notasi pada edisi selanjutnya. Dalam edisi tersebut, Dewey pertama kali menggunakakan prinsip integritas angka artinya nomor dalam bagan Dewey dianggap sudah mapan walaupun mungkin terjadi relokasi. Dewey menyadari bahwa gawatnya relokasi dari satu edisi ke edisi lainnya karena perubahan, lebih-lebih lagi relokasi mengakibatkan perlunya reklasifikasi, padahal reklasifikasi tidak disenangi oleh seorang pustakawan. Integritas angka atau stabilitas angka tetap dipertahankan pada edisi-edisi awal DDC, walaupun perubahan angka tertentu tidak dapat dihindari. Dewey mengawasi revisi bagannya hinnga edisi ke-13.
Pada tahun 1942 diterbitkan edisi ke-14 yang mempertahankan kebijakan sebelumnya. Rinciannya semakin memperjelas namun terdapat sedikit perubahan dalam struktur dasar. Perluasan pun tidak seimbang karena masih banyak bidang yang belum dikembangkan. Pada edisi ke-15 diambil kebijakan yaitu rincian dibeberapa bidang dipangkas sehingga terdapat keseimbangan dalam subdivisi. Kalau pada edisi ke-14 terdapat sekitar 31.000 entri maka edisi 15 dipangkas menjadi 4700 entri. Juga disadari bahwa bagan DDC tidak sesuai dengan laju perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya sains dan teknologi. Ini terjadi mungkin karena kebijakan integritas nomor. Pada edisi ke-15 diputuskan untuk relokasi sejumlah besar subyek. Indeks juga diperbaiki dan diringkas sedangkan ejaan yang disederhanakan yang digunakan pada edisi sebelumnya kini ditinggalkan.
Setelah terbitan edisi ke-15 pada tahun 1951 terbukti bahwa perubahan yang dilakukan dalam edisi ke-15 dianggap terlalu berat bagi pustakawan, banyak pustakawan yang tetap menggunakan edisi ke- 14. Edisi 16 yang telah terbit pada tahun 1958 memulai tradisi baru dengan kebijakan siklus revisi tujuh tahunan artinya bagan Dewey akan keluar dalam edisi baru setiap 7 tahun. Pada edisi 16 diputuskan untuk kembali kepada kebijakan lama dalam mempertahankan enumerasi terinci sambil mengambil butir inovasi dari edisi 15 seperti ejaan baku, per-istilahan yang mutakhir, serta penyajian tipografi yang menarik. Pada edisi 17 tidak jauh berbeda dengan edisi-edisi sebelumnya, sementara dalam edisi 18 Towa P. Hamakonda memuat terjemahan ringkasan ketiga dalam bukunya Pengantar Klasifikasi Persepuluhan Dewey.
Pada edisi 19 ini tetap berpegang pada kebijakan edisi-edisi yang lalu. Editor DDC tetap mempertahnkan prinsip integritas nomor dalam batas-batas masih masuk akal. Edisi 20 terbit pada tahun 1989 dengan beberapa perubahan. Warna edisi menjadi coklat muda dan dibagi menjadi 4 jilid karena edisi sebelumnya (terutama pada bagan klasifikasi) dianggap terlalu repot.
DDC terus disempurnakan dengan memasukkan subjek-subjek yang belum tercakup selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sedangkan dalam edisi 21 yang diterbitkan pada 1996, manual DDC mencapai tebal lebih dari 4.000 halaman. DDC memungkinkan penambahan subjek baru karena DDC menggunakan system decimal. Dengan system ini, DDC dapat mengakomodaskan perkembangan pengetahuan sejak masa Dewey hingga saat ini.
Saat ini telah terbit edisi 22 tahun 2003 terdiri atas 4 jilid : Introduction, Schedule 000-599, Schedule 600-999 dan Index Relatif, setebal lebih dari 3.000 halaman.

B.    Sejarah dan Perkembangan LCC

Library of Congress didirikan pada tanggal 24 April 1800 di Gedung Capitol dengan persetujuan Presiden John Adams untuk memfasilitasi kerja dan penelitian yang dilakukan oleh kongres, lebih tepatnya yaitu sebagai sumber bibliografi bagi para eksekutif dan kantor-kantor cabang pemerintahan. Pada awalnya, koleksi dibeli dari London dengan dana sebesar $ 5.000 yang sebagian besar koleksinya merupakan buku dan dokumen bertema hukum.Pada bulan Agustus 1814, pasukan Inggris yang merupakan penjajah nagara Amerika menyerbu dan membakar Gedung Capitol untuk menghancurkan Library of Congress beserta dengan koleksinya. Setelah kejadian tersebut, Thomas Jefferson menawarkan koleksi pribadinya yang telah dikumpulkannya selama 50 tahun. Koleksinya meliputi buku-buku tentang berbagai tema seperti filsafat, sains, sastra, dan bahkan bahasa asing. Dia ditawari $ 23.950 untuk 6.487 buku koleksinya yang akan dibeli perpustakaan.
Ketika Perpustakaan bangunan Kongres dibuka untuk umum pada tanggal 1 November 1897, gedung perpustakaan ini dianggap sebagai monumen nasional dan mulia "yang terbesar, yang paling mahal, dan paling aman" di dunia. Setelah perpustakaan tersebut terbentuk, Library of Congress kemudian mengembangkan suatu sistem klasifikasi tersendiri, yang kemudian dikenal dengan istilah sistem klasifikasi Library of Congress. Sistem klasifikasi ini dikembangkan pada tahun 1897 oleh James Hanson (kepala departemen pengatalogan) dan asistennya Charles Martel. Mereka memutuskan bahwa sistem sebelumya tidak lagi dapat memadai untuk koleksi berjumlah hampir satu juta jilid. Sistem sebelumnya, yang dimiliki oleh Thomas Jefferson untuk perpustakaan pribadinya dengan koleksi hampir 7000 jilid, yang telah dijual kepada kongres ketika terjadi kebakaran pada tahun 1814.
Selama proses pengembangan tersebut, beberapa skema yang dipelajari adalah: Dewey Decimal Classification (pada saat itu edisi ke lima), pengembangan klasifikasi Cutter dan skema German Halle. Diantara sistem tersebut tidak ada yang diadopsi secara penuh, tetapi outline dan notasi pada kelas utama serupa dengan pengembangan pengklasifikasian Charles Ammi Cutter. Aturan Cutter menggunakan simbol alfanumerik sebagai metode penataan buku pada sistem alfabetis dibandingkan dengan pemberian kelas.

C.    Sejarah dan Perkembangan UDC

Awalnya berdasarkan Dewey Decimal Classification , UDC dikembangkan sebagai sistem klasifikasi analytico-sintetik baru dengan kosakata secara signifikan lebih besar dan sintaks yang memungkinkan pengindeksan konten yang sangat rinci dan pencarian informasi dalam koleksi besar.Dalam edisi pertama pada tahun 1905, UDC sudah termasuk banyak fitur yang revolusioner dalam konteks klasifikasi pengetahuan: tabel berlaku umum (aspek-free) konsep disebut tabel tambahan umum, serangkaian tabel tambahan khusus dengan atribut tertentu tetapi dapat digunakan kembali dalam bidang tertentu pengetahuan, sistem notasi ekspresif dengan menghubungkan simbol dan aturan sintaks untuk memungkinkan koordinasi mata pelajaran dan penciptaan bahasa dokumentasi yang tepat. Meskipun awalnya dirancang sebagai pengindeksan dan pengambilan sistem, karena struktur dan skalabilitas logis, UDC telah menjadi salah satu yang paling banyak digunakan sistem organisasi pengetahuan di perpustakaan, di mana ia digunakan baik untuk pengaturan rak, pengindeksan konten atau keduanya.
Kode UDC dapat menggambarkan setiap jenis dokumen atau objek untuk setiap tingkat yang diinginkan detail. Ini dapat termasuk dokumen tekstual dan media lain seperti film, video, rekaman suara, ilustrasi , peta serta realia seperti museum benda.


Kesimpulan

Perkembangan klasifikasi sudah terjadi terus menerus dari berbagai macam periode hingga pada zaman sekarang ini. Tentunya kita patut bersyukur kepada mereka yang telah berusaha dari awal telah menciptakan sistem klasifikasi yang telah ada seperti DDC, LCC dan UDC. Sejarah dan Perkembangan dari masing-masing sistem klasifikasi telah terjadi cukup lama. Sampai sekarang ini sistem pengklasifikasian yang telah ada dari dulu masih dipakai dan sistemnya pun terus berkembang.
Sistem pengklasifikasian pun sangat berguna dan bermanfaat dimana agar dapat mempermudah murid dan pustakawan dalam menata buku di perpustakaan.

Daftar Pustaka

Prisma, Doni. Ilmu Perpustakaan –Sistem klasifikasi Perpustakaan.

Fikri, Ainul. Kumpulan materi belajar, agama, ilmu, pengetahuan, teknologi, tips and trik dan sejarah
–Sejarah Sistem DDC Perpustakaan. Diakses pada 12 Februari 2018    http://fikriainul.blogspot.co.id/2012/10/sejarah-sistem-ddc-perpustakaan.html

Priutomo, Agus. Materi Perpustakaan –Artikel Tentang Klasifikasi DDC,UDC dan LCC. Diakses pada 12

Pramudyo, Gani. Library and Information Science – Sistem Klasifikasi Library Of Congress. Diakses pada


Komentar