Analisis Subjek
Analisis Subjek
Dismas Valerio Miun
(1712312009)
Program Studi D3
Perpustakaan FISIP Universitas Udayana
Abstrak
Tujuan
dari tulisan ini adalah agar dapat mengetahui tentang analisis subjek dari
sebuah buku. Analisis subjek merupakan sebuah langkah awal dalam kegiatan
klasifikasi yaitu proses meneliti, mengkaji dan menyimpulkan isi yang dibahas
dalam bahan pustaka atau proses penentuan subjek isi yang terkandung dalam
sebuah koleksi.
Kata
kunci : Analisis subjek, jenis konsep dan jenis subjek
Latar Belakang
Salah
satu kegiatan pokok di perpustakaan adalah pengolahan koleksi (processing).
Kegiatan processing ini mulai dari inventarisasi, klasifikasi, katalogisasi,
sampai proses pelabelan buku dan shelving (menyusun buku di rak). Dalam
kegiatan klasifikasi dan katalogisasi tidak akan bisa lepas dari proses
analisis subjek/penentuan tajuk subjek. Analisis subjek ini merupakan kegiatan
menelaah, meneliti atau mengkaji suatu bahan pustaka/informasi untuk
dikelompokan ke dalam subjek atau disiplin ilmu tertentu. Untuk menentukan
subjek sebuah buku, kita bisa melihat dan membaca dari halaman judul buku,
daftar isi, pendahuluan, rambang halaman-halaman pertama kemudian, baca
sedikit. Penentuan subjek sebuah koleksi bahan pustaka/informasi sangat penting
terutama untuk proses penelusuran informasi. Semakin detail atau spesifik dalam
menentukan subjek sebuah bahan pustaka akan mempermudah pemustaka dalam
menemukan informasinya
Pengertian Analisis Subjek
Subyek
adalah topik yang merupakan kandungan informasi (content) dalam buku, pita
video, dan bentuk rekaman lainnya yang terdapat pada koleksi perpustakaan.
Sedangkan tajuk subjek adalah kata (-kata) yang digunakan dalam katalog
perpustakaan untuk meringkas kandungan informasi tersebut. Analisis subjek
adalah kegiatan atau proses penentuan subjek atau isi yang terkandung dalam
sebuah koleksi.
Kegiatan
analisis subyek memerlukan kemampuan yang memadai, sebab di sinilah pengindeks
dituntut kemampuannya untuk menentukan subyek apa yang dikandung dalam bahan
pustaka yang diolah. Ada tiga hal yang mendasar perlu dikenali pengindeks dalam
menganalisis subyek yakni jenis konsep dan jenis subyek
Adapun dalam kegiatan analisis
subjek terdapat dua hal penting yakni jenis konsep dan jenis subjek. Jenis
konsep pun terdiri dari :
a. Disiplin Ilmu, yaitu istilah yang
digunakan untuk satu bidang atau cabang ilmu pengetahuan. Disiplin ilmu dapat
dibedakan menjadi 2 kategori:
1. Disiplin
Fundamental. Meliputi bagian-bagian utama ilmu pengetahuan. Oleh para ahli
disiplin fundamental dikelompokkan menjadi 3 yakni ilmu-ilmu sosial, ilmu-ilmu
pengetahuan alam, dan ilmu-ilmu kemanusiaan.
2. Sub disiplin,
merupakan bidang spesial dalam satu disiplin fundamental. Misalnya dalam
disiplin ilmu fundamental alam, sub disiplinnya terdiri atas fisika, kimia,
biologi, dsb.
b. Fenomena (topik yang dibahas),
merupakan wujud/benda yang menjadi objek kajian dari disiplin ilmu.Misalnya
pendidikan remaja. “Pendidikan” merupakan konsep disiplin ilmu, sedangkan
“remaja” adalah fenomena yang menjadi objek atau sasarannya.
c. Bentuk, ialah cara bagaimana
suatu subyek dasajikan. Dibedakan menjadi 3 jenis:
1. Bentuk Fisik, yakni medium atau sarana yang digunakan
dalam menyajikan suatu subyek. Misalnya dalam bentuk buku, majalah, pita
rekaman, dsb.
2. Bentuk
penyajian,yang menunjukan peraturan atau organisasi isi bahan pustaka.
Ada 3 bentuk penyajian, yaitu:
a)
menggunakan lambing-lambang dalam penyajiannya, seperti bahasa,gambar,dll.
b)
memperhatikan tata susunan tertentu misalnya abjad,kronologis & sistematis
c)
menyajikan untuk kelompok tertentu.
3. Bentuk intelektual, yaitu aspek yang ditekankan dalam
pembahasan suatu subyek. Misalnya “Filsafat Sejarah” disini yang menjadi
subyeknya adalah sejarah sedangkan filsafat adalah bentuk intelektual.
d.
Bentuk Penyajian
merupakan organisasi penyajian
subjek dalam bahan pustaka menurut bentuk fisik, sistematika penyajian dan
bentuk intelektual. Seperti majalah, kamus, Ensiklopedia, Direktori dan
Statistik.
Jenis subjek
Dalam
kegiatan analisis subyek dokumen terdapat dalam bermacam-macam jenis subyek.
Secara umum digolongkan dalam 4 kelompok, yaitu:
a. Subyek Dasar, yaitu subyek yang hanya
terdiri dari satu disiplin ilmu atau sub disiplin ilmu saja.
Misalnya: “Pengantar Ekonomi”, yaitu menjadi
subyek dasaranya “Ekonomi”.
b. Subyek Sederhana, yaitu subyek yang hanya
terdiri dari satu faset yang berasal dari satu
subyek dasar (Faset
ialah sub kelompok klas yang terjadi disebabkan oleh satu ciri pembagian. Tiap
bidang ilmu mempunyai faset yang khas sedangkan fokus ialah anggota dari satu
faset).
Misalnya “Pengantar ekonomi Pancasila”
terdiri dari “subyek dasar ekonomi” dan faset “Pancasila”.
c. Subyek Majemuk, yaitu subyek yang teridiri
dari subyek dasar disertai fokus dari dua
atau lebih fasaet. Misalnya:
“Hukum adat di Indonesia”. Subyek dasarnya yaitu “Hukum” dan dua fasetnya
yaitu” Hukum Adat” (faset jenis) dan “Indonesia” (faset tempat).
d. Subyek Kompleks, yaitu
subyek yang terdiri dari dua atau lebih subyek dasar dan saling berinteraksi
antara satu sama lain. Misalnya “Pengaruh agama Hindu terhadap agama Islam”.
Disini terdapat dua subyek dasar yaitu “Agama Hindu” dan Agama Islam”.Untuk
menentukan subyek yang diutamakan dalam subyek kompleks terdapat 4 (empat) fase,
yaitu:
1)
Fase Bias, yaitu suatu subyek yang disajikan untuk kelompok tertentu. Dalam hal
ini subyek yang diutamakan ialah subyek yang disajikan. Misalnya “Statistik
untuk wartawan” subyek yang diutamakan ialah “Statistik” bukan “wartawan”.
2)
Fase Pengaruh, yaitu bila dua atau lebih subyek dasar saling mempengaruhi
antarasatu sama lain. Dalam hal ini subyek yang diutamakan adalah subyek yang
dipengaruhi. Misalnya “pengaruh Abu Merapi terhadap Pertanian di D.I Yogyakarta”.
Disini subyek yang diutamakan ialah “Pertanian” bukan “Abu Merapi”.
3)
Fase Alat, yaitu subyek yang digunakan sebagai alat untuk menjelaskan atau membahas
subyek lain. Disini subyek yang diutamakan ialah subyek yang dibahasatau
dijelaskan. Misalnya:
“Penggunaan alat kimia
dalam analisis darah”. Disini yang diutamakan adalah “Darah” bukan “Kimia”.
4)
Fase Perbandingan, yaitu dalam satu dokumen/bahan pustaka terdapat berbagai subyek
tanpa ada hubungannya antara satu sama lain. Untuk menentukan subyek mana yang
akan diutamakan, ketentuannya sebagai berikut:
•
Pada subyek yang dibahas lebih banyak.Misalnya: “Islam dan Ilmu Pengetahuan”.
Jika Islam lebih banyak dibahas, utamakan subyek “Islam” dan sebaliknya.
•
Pada subyek yang disebut pertama kali. Misalnya “Perpustakaan dan Masyarakat” ditetapkan
pada subyek “Perpustakaan”
•
Pada subyek yang erat kaitannya dengan jenis perpustakaan atau pemakai
perpustakaan. Misalnya “Hukum dan Kedokteran”. Di Fakultas Hukum akan
ditetapkan subyek
“Hukum” danbila di perpustakaan kedokteran akan ditempatkan dalam subyek
“Kedokteran”
Cara menentukan
Subjek
1.
Melalui Judul, seringkali dengan melihat, mempelajari dan memahami judulnya
saja suatu bahan pustaka sudah dapat ditentukan subyeknya. Cara ini biasanya
dapat diterapkan pada buku–buku ilmiah atau buku-buku teks.
2.
Melalui daftar isi, apabila melalui judul belum dapat diketahui subyeknya, maka
adakalanya dengan melihat daftar isi subyek bahan pustaka tersebut dapat
diketahui.
3.
Melalui daftar bahan pustaka atau bibliografi yanng digunakan oleh pengarang
untuk menyusun karya tersebut.
4.
Dengan membaca kata pengantar atau pendahuluan. Kadang-kadang di dalam
pengantar atau pendahuluan, pengarang menyebutkan inti atau topik yang akan
dibahas dan ruang lingkupnya.
5.
Apabila melalui langkah-langkah di atas masih belum dapat membantu menetapkan
subyek bahan pustaka, maka hendaklah dengan membaca sebagian atau keseluruhan
dari isi karya tersebut.
6.
Menggunakan sumber lain, seperti: Bibliografi, katalog, kamus, biografi,
ensiklopedi,tinjauan buku dan sebagainya.
7.
Seandainya setelah melalui cara-cara di atas masih belum juga dapat membantu
menentukan subyek bahan pustaka, hendaknya menanyakan kepada orang yang ahli di
bidang subyek tersebut (subject specialist).
Notasi
atau Nomor Kelas
Notasi atau Nomor Klas diartikan sebagai
simbol atau kode yang mewakili sebuah subjek bahan pustaka dalam bagan
klasifikasi. Notasi dapat berupa huruf, angka bahkan warna. Namun diantara
ketiga jenis notasi tersebut angka merupakan notasi yang banyak digunakan oleh
perpustakaan.
Terdapat
tiga jenis notasi yang dapat digunakan oleh perpustakaan :
Notasi
Warna :
Apabila
perpustakaan akan menggunakan warna sebagai identitas klasifikasi maka subjek
dari koleksi di wakili oleh 1 jenis warna untuk setiap subjeknya.
Contoh:
Warna putih untuk subjek karya umum, merah untuk ilmu sosial, biru untuk subjek
ilmu terapan dan seterusnya. Akan tetapi notasi warna ini memiliki beberapa
kelemahan yaitu terbatasnya jumlah warna padahal subjek ilmu terus bertambah
Selain itu klasifikasi warna tidak optimal keberadaannya jika digunakan untuk
yang memiliki masalah dengan buta warna.
Notasi
Huruf:
Pada
prinsipnya penggunaan abjad sebagai notasi hampir sama dengan penggunaan warna
dalam sistem klasifikasi di mana setiap abjad memiliki subjek tertentu misalnya
huruf a mewakili subjek pengetahuan umum mewakili subjek filsafat yang mewakili
subjek agama dan seterusnya.
Dalam
penggunaan sistem abjad dapat juga digunakan inisial atau singkatan dari sebuah
subjek misalnya untuk subjek pengetahuan umum fil untuk subjek filsafat, slg
untuk subjek sosiologi, pol untuk subjek politik
Notasi
Angka atau Nomor Klasifikasi :
Jenis
notasi yang terakhir ini adalah notasi dengan menggunakan angka notasi angka
diperoleh dari sistem klasifikasi yang ada saat ini ada beberapa sistem
klasifikasi yang cukup familiar di Indonesia sistem tersebut antara lain Dewey
Decimal Classification Atau biasa kita sebut dengan DDC, Universal Decimal
Classification singkatan dari UDC, Library of Congress (LC) dan Colon
Classification.
Dalam
cara penentuan suatu Notasi dalam perpustakaan tentunya menjadi bagian yang
harus diketahui oleh setiap pustakawan karena itu memahami notasi menjadi
bagian hal penting yang harus di pelajari, agar dalam menata kelola
perpustakaan dapat teratur terutama dengan penyiapan beberapa ketersediaan
jenis Buku yang akan dibutuhkan bagi pembaca,
Sepuluh Kelas utama
dalam DDC terdiri dari :
000
Komputer, informasi dan karya umum
100
Filsafat dan psikologi
200
Agama
300
Ilmu sosial
400
Bahasa
500 Ilmu Murni (Sains)
600 Teknologi/Ilmu Terapan
700 Kesenian dan Olahraga
800 Kesusastraan
900 Sejarah dan geografi
Analisis Subjek Buku
1.
Judul : Akuntansi Keuangan dan
Manajemen
Pengarang : Munawir
Penerbit : BPFE
Disiplin Ilmu : Ilmu Ekonomi
Fenomena : Uang
Bentuk : Buku
Subjek : Akuntansi, Laporan keuangan,
Manajemen keuangan
2.
Judul : Sejarah Renaisans Eropa
Pengarang : Alison Brown
Penerbit : Kreasi Wacana
Disiplin Ilmu : Ilmu Sejarah
Fenomena : Renaisans
Bentuk : Buku
Subjek : Sejarah Renaisans
3.
Judul : Pengantar Sosiologi
Kewarganegaraan (Dari Marx sampai Agamben)
Pengarang : Robertus Robet & Hendrik Boli Tobi
Penerbit : Marjin Kiri
Disiplin Ilmu : Ilmu Sosiologi
Fenomena : Sosiologi Kewarganegaraan
Bentuk : Buku
Subjek : Sosiologi, Karl Marx
4.
Judul : Kedudukan Lembaga-lembaga
Negara
Pengarang : Muhammad Ridwan Indra
Penerbit : Bina Grafika
Disiplin Ilmu : Ilmu Pemerintahan
Fenomena : Hukum
Bentuk : Buku
Subjek : Lembaga Negara,Fungsi Lembaga
Negara
5.
Judul : Ideologi Hukum
Pengarang : Petrus C.K.L Bello
Penerbit : Obor
Disiplin Ilmu : Ilmu Hukum
Fenomena : Hukum
Bentuk : Buku
Subjek : Ideologi, Teori hukum
6.
Judul : Pengetahuan dan Hukum Dagang
Pengarang : Iting Partadireja
Penerbit : Erlangga
Disiplin Ilmu : Ilmu Hukum
Fenomena : Perdagangan
Bentuk : Buku
Subjek : Dagang, Hukum perdagangan
7.
Judul : Spiritualitas Politik
Pengarang : Dr, Paulinus Yan Olla
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Disiplin Ilmu : Ilmu Politik
Fenomena : Spiritualitas Politik
Bentuk : Buku
Subjek : Filsafat, teori Politik
8.
Judul : Sejarah Alkitab
Pengarang : Karen Armstrong
Penerbit : Mizan Publishing
Disiplin Ilmu : Ilmu Sejarah
Fenomena : Alkitab
Bentuk : Buku
Subjek : Perkembangan Alkitab, Penulis
Alkitab
9.
Judul : Arkeologi Pengetahuan
Pengarang : Michek Foucault
Penerbit : IRCiSod
Disiplin Ilmu : Ilmu Geografi
Fenomena : Pengetahuan
Bentuk : Buku
Subjek : Arkeologi Pengetahuan, Deskripsi
Arkeologis
10. Judul : Pengantar Teori-teori Sosial
Pengarang : Pip Jones, Liza Bradbury, Shaun Le
Boutillier
Penerbit : Pustaka Obor Indonesia
Disiplin Ilmu : Ilmu Sosial
Fenomena : Sosial
Bentuk : Buku
Subjek : Teori sosial, Jenis Teori Sosial
11. Judul : Kitab Krtitik Sastra
Pengarang : Maman S. Mahayana
Penerbit : Pustaka Obor Indonesia
Disiplin Ilmu : Ilmu Kesusastraan
Fenomena : Kritik Sastra
Bentuk : Buku
Subjek : Karya sastra, Polemik Kritik
12. Judul : Sistem Politik Indonesia
Pengarang : Kacung Marijan
Penerbit : Prenada Media Group
Disiplin Ilmu : Ilmu Politik
Fenomena : Politik
Bentuk : Buku
Subjek : Sistem Politik, Fungsi Sistem
politik
13. Judul : Berbagai Permasalahan Keuangan
Daerah
Pengarang : Soekarwo
Penerbit : Airlangga University Press
Disiplin Ilmu : Ilmu Ekonomi
Fenomena : Uang
Bentuk : Buku
Subjek : Keuangan, Masalah Keuangan,
Mengatasi masalah Keuangan
14. Judul : Analisis Mikrobiologi
Pengarang : Masfria
Penerbit : F. MIPA USU
Disiplin Ilmu : Ilmu Biologi
Fenomena : Mikobiologi
Bentuk : Buku
Subjek : Mikrobiologi, Klasifikasi
Mikroba,Metode Analisis Mikrobiologi
15. Judul : Etika Komunikasi
Pengarang : Haryatmoko
Penerbit : KANISIUS
Disiplin Ilmu : Ilmu Komunikasi
Fenomena : Komunikasi
Bentuk : Buku
Subjek : Etika Komunikasi, Teori
Komunikasi
16. Judul : Teori-teori Kebudayaan
Pengarang : Mudji Sutrisno
Penerbit : Kanisius
Disiplin Ilmu : Ilmu Budaya
Fenomena : Kebudayaan
Bentuk : Buku
Subjek : Teori Kebudayaan, Ruang lingkup
Budaya
17. Judul : Kebijakan Hukum Pidana
Pengarang : Barda Nawawi Arief
Penerbit : Prenada Media Group
Disiplin Ilmu : Ilmu Hukum
Fenomena : Hukum Pidana
Bentuk : Buku
Subjek : Hukum Pidana,Macam-macam
Pidana,Kebijakan Hukum Pidana
18. Judul : Pedoman Dasar Penerbitan Buku
Pengarang : Hassan Pambudi
Penerbit : Pustaka Sinar Harapan
Disiplin Ilmu : Ilmu Informasi
Fenomena : Penerbitan
Bentuk : Buku
Subjek : Buku, Penerbitan
buku,Langkah-langkah penerbitan buku
19. Judul : Dimensi-dimensi HAM
Pengarang : Majda El Muhtaj
Penerbit : PT. Raja Grafindo Persada
Disiplin Ilmu : Ilmu Sosial
Fenomena : HAM
Bentuk : Buku
Subjek : HAM, Jenis HAM, Dimensi HAM
20. Judul : Filsafat Hukum
Pengarang : Theo Huijbers
Penerbit : KANISIUS
Disiplin Ilmu : Ilmu Hukum
Fenomena : Hukum
Bentuk : Buku
Subjek : Fisafat Hukum, Peran Filsafat
Hukum, Tujuan Filsafat Hukum
Daftar Pustaka
Gultom,
Hetty. (2014). Analisis Subjek Bahan Pustaka. Diakses 13 April 2018
Qibtiyyah,
Maratul. (2013). Analisis Subjek. Diakses 14 April 2018
Komentar
Posting Komentar